Di Persimpangan

26-bayangan-dikecilin.jpg

26 Desember 2007aku26-peace-dikecilin.jpg

23.00-24.00 WIB

Resolusi 2008. MENABUNG

 Senyap malam, hening jiwa, bertabur senyum di raga. Malam itu, aku dan dua temanku, Adelina dan Diana nggak peduli dengan dinginnya malam. Kami  berdiri di Simpang Juanda dan berfoto-foto. Mata-mata nakal dan penuh dengan tanda tanya melirik menelanjangi.  Nggak ada yang bisa melarang orang-orang berpikiran begitu. Perempuan seharusnya nggak ada di simpang jalan  jam sebegituan. Dan begitu  beberapa sepeda motor datang silih berganti menawarkan senyuman. Kami hanya bisa menaikkan alis tanda sambil bergumam ”please dong ah, kami perempuan baik-baik” Kami sangat tertarik dengan malam saat itu. Terlebih dengan sebuah papan reklame besar yang bertuliskan “Save Our World” di simpang Juanda keluar dari Warkop. Tiga kata yang mengiringi kampanye ‘Stop Global Warming’

Malam kemarin, kami sisir dengan langkah2 kecil tapi menyakinkan. Setelah dua jam sebelumnya kami menumpuk di Warkop Harapan di warung Surabi. Kami menaikkan kaki ke kursi, kami berkelakar dengan nada keras, nggak peduli dengan gerombolan2 anak-anak muda sok mantap dengan gaya highclass tapi anak papi, yang dibanggakan kekayaan papi. Kami datang naik beca mesin, pulang jalan kaki.  Cuap-cuap kami memutuskan dua hal, tahun 2008 tabungan kami harus terisi. Pokoknya tahun 2008, kami  harus punya uang simpanan. Selain itu, kami harus bisa berdamai dengan hati. Secara kami bertiga jomblo, jadi nggak perlu risau memikirkan nasib kami yang belum juga menemukan soulmate yang baik hati dan nggak sombong, huahuahuahua.

 Pagi terus memaksa kami pulang. Tapi sialnya angkotpun merajuk di jalan. Nggak ada satu angkotpun yang bisa menghantarkan Diana ke Brayan. Akhirnya, kami jalan di trotoar Juanda sampai depan Makam Pahlawan. Tetap saja, kami nggak menemukan angkot Morina 81, dan langkah-langkah tegap mendatangi kami. Mereka anak-anak punk. Kami juga paham, jika mereka menganggap kami bukan perempuan baik-baik, tapi kata Adel sih, beruntung banget aku pakai jilbab. Jadi merekapun mengganggu hanya seadanya.

Pukul 00.30 WIB, Diana menyerah dia akhirnya mau ikut nginap di rumahku. Kami menyeberang, eh malah ketemuan teman bawa mobil, ya udah tuh kawan juga lihat kami. Langsung deh numpang sampai rumah. Dan di rumah, ngobrol terus sampai jam 03.00 WIB. Huahhhh, zzzzzz

2008, kami datang. Jika umur panjang, jika Allah mengijinkan, jika kesehatan masih bisa bertahan.

Viva The Robbies. Menabung yuk menabung. Soulmate? pasti ada, tapi kapan? yah kapan-kapan. (nina rialita)

~ by n7n4 on December 27, 2007.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.